Dalam kehidupan saat ini, banyak anak muda merasa seolah-olah tertinggal dari orang lain. Kita melihat teman sebaya sudah meraih pencapaian besar, ada yang sudah lebih dulu lulus kuliah, mendapatkan pekerjaan, menikah atau bahkan memiliki keluarga. Perasaan ini sering melahirkan kegelisahan dan rasa tidak puas terhadap diri sendiri. Padahal, sejatinya setiap manusia memiliki waktunya sendiri yang telah Allah tetapkan.
Tidak ada yang benar-benar “telat”, yang ada hanyalah perbedaan jalur dan cara ia meraih sesuatu tersebut. Ketika kita sibuk membandingkan diri dengan orang lain, kita lupa Allah menulis kisah hidup setiap hamba dengan penuh kasih sayang, sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing.
Takdir Allah Dan Konsep Waktu
Mungkin saat ini kita belum mendapatkan apa yang kita harapkan, bukan karena Allah tidak mendengar doa kita, tetapi karena Allah tahu kapan waktu terbaik untuk mengabulkannya. Setiap penundaan bukanlah hukuman, melainkan perlindungan atau cara Allah mematangkan diri kita agar lebih siap ketika takdir itu datang. Dengan demikian, kita belajar berdamai dengan diri sendiri, berhenti membandingkan perjalanan kita dengan orang lain, dan mulai menikmati setiap langkah yang Allah hadirkan dalam hidup kita.
Takdir Allah berlaku pada setiap aspek kehidupan, termasuk kapan sesuatu terjadi, baik itu yang terlihat cepat maupun lambat di mata manusia. Terkadang, apa yang kita anggap sebagai keterlambatan atau penundaan dalam hidup, sejatinya adalah waktu yang telah Allah tentukan untuk kebaikan kita. Allah mengetahui dengan sangat baik kapan waktu yang paling tepat bagi setiap hamba-Nya untuk menerima ujian, rezeki, atau pertolongan-Nya.
Dalam hal ini, kita diajarkan untuk selalu sabar dan tawakal, percaya bahwa segala takdir-Nya memiliki tujuan yang lebih besar. Kepercayaan terhadap takdir dan pemahaman terhadap konsep waktu inilah yang menguatkan iman dan membentuk kesabaran dalam setiap perjalanan hidup seorang Muslim.
Keterlambatan Sebagai Waktu Yang Tepat Untuk Berubah
Keterlambatan seringkali dianggap sebagai hal yang negatif dalam pandangan manusia, namun dalam perspektif Islam, keterlambatan bisa menjadi momen yang tepat untuk perubahan dan perbaiki diri. Ketika seseorang merasa tertinggal dalam mencapai tujuan atau impian, itu bisa menjadi kesempatan bagi dirinya untuk introspeksi dan memperbaiki niat serta sikapnya. Dalam Al-Qurán, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’du 11). Ayat ini mengingatkan kita bahwa perubahan itu dimulai dari diri sendiri.
Keterlambatan dalam mencapai suatu pencapaian bisa menjadi waktu yang tepat untuk merenung, menilai ulang tujuan hidup, dan memperbaiki arah yang lebih baik. Oleh karena itu, setiap keterlambatan adalah peluang untuk merubah diri menjadi versi terbaik menurut kita.
Penulis: Viky Anjarwati | Editor: Fahrija Romadhoni








