<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Santri - darularkan</title>
	<atom:link href="https://www.darularkan.or.id/tag/santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.darularkan.or.id</link>
	<description>Lembaga Pendidikan Islam</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jul 2025 00:55:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-darularkan-logo-1-32x32.jpeg</url>
	<title>Santri - darularkan</title>
	<link>https://www.darularkan.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211426496</site>	<item>
		<title>Islam dan Self Growth: Proses Jadi Lebih Baik</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/islam-dan-self-growth-proses-jadi-lebih-baik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=islam-dan-self-growth-proses-jadi-lebih-baik</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/islam-dan-self-growth-proses-jadi-lebih-baik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 00:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[darul arkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Self Growth]]></category>
		<category><![CDATA[Self Improvement]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1849</guid>

					<description><![CDATA[<p>Self growth atau pertumbuhan diri adalah proses upaya terus-menerus dalam memperbaiki kualitas hidup seseorang, baik secara spiritual, moral, maupun sosial. Dalam perspektif Islam, self growth bukan sekadar pengembangan potensi diri untuk mencapai kesuksesan duniawi, tetapi merupakan perjalanan menuju kedekatan kepada Allah SWT, perbaikan akhlak, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Pertumbuhan diri dalam Islam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/islam-dan-self-growth-proses-jadi-lebih-baik/">Islam dan Self Growth: Proses Jadi Lebih Baik</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em data-start="137" data-end="150">Self growth</em> atau pertumbuhan diri adalah <a href="https://perpus.tebuireng.ac.id/2023/08/24/self-improvement-dalam-perspektif-al-quran-dan-hadist/">proses upaya terus-menerus dalam memperbaiki kualitas hidup seseorang, baik secara spiritual, moral, maupun sosial.</a> Dalam perspektif Islam, <em data-start="320" data-end="333">self growth</em> bukan sekadar pengembangan potensi diri untuk mencapai kesuksesan duniawi, tetapi merupakan perjalanan menuju kedekatan kepada Allah SWT, perbaikan akhlak, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Pertumbuhan diri dalam Islam berakar pada nilai-nilai ruhiyah dan syariah. Ia tidak hanya menekankan pencapaian lahiriah, namun juga pencapaian batiniah, yakni memperbaiki hati, meningkatkan kualitas ibadah, dan menyucikan jiwa (<em data-start="772" data-end="789">tazkiyatun nafs</em>).</p>
<h4>Introspeksi Diri (Muhasabah)</h4>
<p>Salah satu konsep penting dalam <em data-start="824" data-end="837">self growth</em> dalam Islam adalah muhasabah, yaitu introspeksi diri. Setiap Muslim dianjurkan untuk senantiasa mengevaluasi perbuatannya, menyadari kekurangan, serta memperbaikinya. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 <em>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.&#8221;</em></p>
<h4>Peningkatan Kualitas Ibadah</h4>
<p>Selain muhasabah, peningkatan kualitas ibadah menjadi fondasi penting dalam <em data-start="1285" data-end="1298">self growth</em>. Ibadah bukan hanya rutinitas, melainkan sarana penguatan hubungan vertikal dengan Allah. Shalat yang khusyuk, tilawah Al-Qur’an yang rutin, serta dzikir yang mendalam adalah cara-cara memperbaiki hati dan menumbuhkan kesadaran spiritual.</p>
<p data-start="1534" data-end="1870">Peningkatan ibadah secara konsisten menjadikan seseorang lebih sadar akan tujuan hidupnya, lebih sabar dalam menghadapi ujian, dan lebih tulus dalam berbuat kebaikan. Inilah bentuk <em data-start="1715" data-end="1728">self growth</em> yang sebenarnya, bertumbuh dalam hubungan dengan Allah SWT, dan pada saat yang sama, menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, spiritualitas bukanlah aspek sampingan, melainkan inti dari pertumbuhan diri dalam Islam. Tanpa memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta, segala bentuk perbaikan diri akan terasa hampa dan tidak mengakar kuat dalam hati.</p>
<h4>Perbaikan Akhlak</h4>
<p>Perbaikan akhlak juga menjadi aspek penting. Rasulullah SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak. Oleh karena itu, <em data-start="1661" data-end="1674">self growth</em> harus mencerminkan karakter seperti jujur, sabar, rendah hati, dan amanah. Kemajuan diri dalam Islam diukur dari seberapa besar seseorang menebar kebaikan, bukan sekadar pencapaian pribadi.</p>
<p>Karakter-karakter seperti jujur, sabar, rendah hati, tawakal, dan amanah adalah nilai-nilai yang harus ditanamkan dan terus dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan diri bukan hanya terlihat dari keberhasilan akademik, karier, atau pencapaian materi, melainkan dari bagaimana seseorang memperlakukan orang lain dengan kasih sayang, keadilan, dan adab yang baik.</p>
<h4>Bermanfaat Bagi Orang Lain</h4>
<p>Islam juga mengajarkan bahwa pertumbuhan diri seharusnya membawa manfaat bagi orang lain. Sebagaimana sabda Nabi SAW: <em data-start="1984" data-end="2059">&#8220;Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.&#8221;</em> (HR. Ahmad). Maka, pribadi yang bertumbuh adalah yang peduli terhadap sekitarnya, menyumbang ilmu, tenaga, atau kebaikan bagi umat. <em>Self growth</em> dalam konteks ini menciptakan pribadi yang tidak egois, melainkan peduli, peka terhadap kebutuhan orang lain, dan selalu berupaya menjadi bagian dari solusi. Inilah mengapa dalam Islam, setiap kemajuan pribadi idealnya disertai dengan niat untuk mengabdi, bukan sekadar meraih kepuasan pribadi.</p>
<p data-start="1528" data-end="1860">Selain itu, menjadi pribadi yang bermanfaat juga memberikan keberkahan dalam hidup. Semakin banyak kebaikan yang disebar, semakin luas pula dampak positif yang dirasakan oleh diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ini sejalan dengan nilai <em data-start="1768" data-end="1787">ukhuwah islamiyah, </em>yakni ikatan persaudaraan yang dilandasi cinta, empati, dan solidaritas.</p>
<p data-start="2193" data-end="2581"><em data-start="2203" data-end="2216">Self growth</em> dalam Islam harus menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Seorang Muslim diperintahkan untuk berikhtiar meraih kesuksesan duniawi tanpa melupakan akhirat, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Qashash ayat 77, <em data-start="2430" data-end="2581">&#8220;Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.&#8221;</em></p>
<p data-start="2583" data-end="2741">Dengan demikian, pertumbuhan diri dalam Islam adalah proses menyeluruh yang mengarah pada kebaikan pribadi, sosial, dan spiritual demi meraih ridha Allah SWT.</p>
<p data-start="2583" data-end="2741"><em>Penulis: Fahrija Romadhoni | Editor: Fahrija Romadhoni</em></p>
<p style="text-align: right"><span class="selectable-text copyable-text xkrh14z">       </span></p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/islam-dan-self-growth-proses-jadi-lebih-baik/">Islam dan Self Growth: Proses Jadi Lebih Baik</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/islam-dan-self-growth-proses-jadi-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1849</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Karakter, Fondasi Anak Berintegritas</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/pendidikan-karakter-fondasi-anak-berintegritas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pendidikan-karakter-fondasi-anak-berintegritas</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/pendidikan-karakter-fondasi-anak-berintegritas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2025 01:04:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[darul arkan]]></category>
		<category><![CDATA[moral]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendidikan karakter adalah usaha sadar, sistematis, dan terstruktur untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebiasaan baik dalam diri individu sampai menjadi bagian dari kepribadian mereka. Pendidikan berkarakter tidak hanya fokus pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga membentuk kepribadian dan perilaku seseorang. Tujuannya adalah mencetak individu yang memiliki nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/pendidikan-karakter-fondasi-anak-berintegritas/">Pendidikan Karakter, Fondasi Anak Berintegritas</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://e-ujian.id/pendidikan-karakter-pengertian-manfaat-dan-penerapannya-di-sekolah/">Pendidikan karakter adalah usaha sadar, sistematis, dan terstruktur untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebiasaan baik dalam diri individu sampai menjadi bagian dari kepribadian mereka.</a><span class="relative -mx-px my-[-0.2rem] rounded px-px py-[0.2rem] transition-colors duration-100 ease-in-out"> Pendidikan berkarakter tidak hanya fokus pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga membentuk kepribadian dan perilaku seseorang. Tujuannya adalah mencetak individu yang memiliki nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, serta kepedulian sosial terhadap orang lain dan lingkungannya.</span></p>
<h4>Karakter Awal Terbentuk dari Orang Tua</h4>
<p>Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Sejak usia dini, anak belajar banyak hal dari interaksi sehari-hari dengan orang tuanya. Tanpa disadari, cara bicara, sikap, hingga kebiasaan orang tua menjadi contoh konkret yang langsung ditiru oleh anak. Jika anak tumbuh dalam suasana rumah yang penuh kasih, disiplin, dan kejujuran, maka nilai-nilai itu akan menjadi bagian dari karakternya. Maka tak heran, anak yang terlihat tenang, sopan, atau keras kepala, sering kali mencerminkan suasana dan pola asuh dalam keluarganya.</p>
<p>Orang tua yang memberikan ruang dialog, mengajarkan empati, dan menunjukkan contoh positif, secara tidak langsung membentuk pondasi moral anak. Di sinilah pendidikan karakter dimulai, bukan lewat ceramah panjang, tapi dari keteladanan yang konsisten. Jika ingin generasi yang berintegritas, maka peran orang tua tidak bisa hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi, tapi juga menjadi panutan dalam hal nilai dan sikap hidup.</p>
<h4>Lingkungan Sosial Membentuk Karakter Baik atau Buruk</h4>
<p>Setelah keluarga, lingkungan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter. Anak dan remaja sangat mudah menyerap pengaruh dari sekitarnya, termasuk teman, media sosial, atau komunitas yang diikuti. Jika lingkungan mendukung nilai-nilai positif seperti kerja sama, saling menghormati, dan tanggung jawab, maka karakter anak akan tumbuh selaras. Sebaliknya, lingkungan yang <em>toxic</em> bisa mengikis nilai-nilai moral yang telah dibentuk sejak kecil.</p>
<p data-start="1746" data-end="2166">Dalam masa remaja, pencarian jati diri membuat seseorang lebih rentan terhadap tekanan sosial. Di sinilah pentingnya pendampingan dan arahan dari guru maupun tokoh masyarakat. Membangun lingkungan yang sehat dan positif akan menjadi benteng bagi anak dari pengaruh negatif pergaulan bebas, kekerasan verbal, atau gaya hidup instan. Karakter bukan hanya dipelajari, tapi dibentuk lewat interaksi yang terjadi setiap hari.</p>
<h4 data-start="1746" data-end="2166">Pendidikan Formal Menjadi Sarana Pembentukan Karakter</h4>
<p>Pendidikan karakter tidak hanya tugas orang tua dan lingkungan, tetapi juga menjadi tanggung jawab sekolah sejak jenjang paling dasar. Di taman kanak-kanak, misalnya, anak mulai diajarkan tentang berbagi, mengantre, dan menyapa guru dengan sopan. Nilai-nilai dasar ini ditanamkan melalui aktivitas bermain, lagu, dan cerita yang dikemas menyenangkan. Ini menjadi pondasi awal untuk membangun kebiasaan baik di tahap pendidikan berikutnya.</p>
<p>Saat anak tumbuh dan masuk ke jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, pendekatan pendidikan karakter pun berkembang. Sekolah dapat mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan kultur sekolah secara menyeluruh. Bahkan di bangku kuliah, karakter seperti kejujuran akademik, kepedulian sosial, hingga kepemimpinan dapat diasah. Melalui pendidikan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada intelektualitas, siswa akan tumbuh menjadi individu yang utuh, cerdas secara logika, emosional, dan spiritual.</p>
<p>Pendidikan karakter adalah upaya holistik yang dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat oleh lingkungan sosial, dan diimplementasikan melalui pendidikan formal dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Ketiga elemen ini harus selaras agar nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, solidaritas, dan cinta tanah air benar-benar melekat dalam diri anak. Kombinasi keteladanan, lingkungan positif, dan pendidikan berkelanjutan inilah yang akan menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p><em>Penulis: Fahrija Romadhoni | Editor: Fahrija Romadhoni</em></p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/pendidikan-karakter-fondasi-anak-berintegritas/">Pendidikan Karakter, Fondasi Anak Berintegritas</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/pendidikan-karakter-fondasi-anak-berintegritas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1843</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dari Santriwati untuk Umat: Menebar Ilmu Lewat Ngaji</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/dari-santriwati-untuk-umat-menebar-ilmu-lewat-ngaji/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dari-santriwati-untuk-umat-menebar-ilmu-lewat-ngaji</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/dari-santriwati-untuk-umat-menebar-ilmu-lewat-ngaji/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 11:45:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[Mengaji]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan darul arkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam keseharian, istilah “ngaji” sudah akrab di telinga kita. Kegiatan ini bukan sekadar belajar membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi mengandung makna spiritual yang dalam. Ngaji menjadi sarana perjalanan jiwa yang bukan hanya menerangi hati sang pembaca, tapi juga memberi sinar bagi orang lain. Bagi santriwati, mengajar ngaji menjadi bentuk nyata pengabdian kepada umat, terutama dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/dari-santriwati-untuk-umat-menebar-ilmu-lewat-ngaji/">Dari Santriwati untuk Umat: Menebar Ilmu Lewat Ngaji</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Dalam keseharian, istilah “ngaji” sudah akrab di telinga kita. Kegiatan ini bukan sekadar belajar membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi mengandung makna spiritual yang dalam. Ngaji menjadi sarana perjalanan jiwa yang bukan hanya menerangi hati sang pembaca, tapi juga memberi sinar bagi orang lain. Bagi santriwati, mengajar ngaji menjadi bentuk nyata pengabdian kepada umat, terutama dalam membimbing para ibu di masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Belajar Al-Qur’an tidak hanya soal melafalkan huruf, tetapi juga menyelami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Setiap huruf yang dibaca dan ayat yang direnungi adalah bagian dari proses menuju kesadaran ruhani. Santriwati yang mengajar tidak hanya menyampaikan ilmu, tapi juga menjadi perantara cahaya yang menuntun hati yang rindu petunjuk. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Bukhari, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Hadis ini menegaskan betapa tinggi derajat orang yang mengajarkan Al-Qur’an, termasuk para santriwati yang mendedikasikan diri untuk misi tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Peran santriwati tidak berhenti pada proses belajar, melainkan meluas menjadi agen perubahan sosial. Melalui pengajaran ngaji kepada kaum ibu, mereka membantu memperkuat landasan spiritual dalam rumah tangga. Ibu yang memahami Al-Qur’an akan menjadi panutan dalam keluarga, menanamkan nilai-nilai Islam pada anak-anaknya, dan menciptakan lingkungan yang religius. Dari sinilah tumbuh generasi baru yang berakar kuat pada ajaran agama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Seringkali, kegiatan ngaji terlihat sederhana hanya duduk bersama, membuka mushaf, dan membaca ayat demi ayat. Namun, dari momen kecil itulah lahir pahala besar. Setiap huruf Al-Qur’an yang dilafalkan oleh seorang ibu atas bimbingan santriwati menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Ilmu yang diajarkan hari ini akan terus hidup dalam kehidupan keluarga dan anak cucu mereka kelak.<br />
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dampak dari kegiatan ngaji bukan hanya terasa secara pribadi, tetapi membawa pengaruh luas dalam lingkungan sekitar. Ibu-ibu yang memperoleh pengetahuan agama akan lebih bijak dalam mendidik dan membimbing keluarganya. Hal ini akan melahirkan komunitas yang lebih berilmu, beriman, dan penuh nilai-nilai positif. Dalam jangka panjang, masyarakat yang dibangun dengan fondasi Al-Qur’an akan lebih tangguh, sejuk, dan harmonis.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Respon para ibu terhadap kegiatan ngaji sungguh luar biasa. Dengan penuh semangat mereka datang, bertanya, belajar, dan berdiskusi. Setiap pertemuan menjadi ajang bertukar ilmu dan menumbuhkan kebersamaan. Antusiasme ini menjadi pemantik semangat bagi para santriwati untuk terus mengajar dan berkontribusi. Melihat perubahan dan kemajuan para ibu menjadi kebahagiaan tersendiri yang menumbuhkan rasa syukur dan bangga dalam hati santriwati.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Mengajar ngaji bukan hanya bentuk pengabdian, tapi juga ladang pahala dan bukti cinta terhadap ilmu dan umat. Peran santriwati dalam menyebarkan cahaya Al-Qur’an adalah bukti bahwa generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan positif. Mari kita dukung langkah mereka karena lewat tangan-tangan mereka, ilmu ditanamkan, iman diteguhkan, dan cahaya Islam terus menyala di tengah masyarakat.</p>
<p><em>Penulis: Dewi Puspitasari | Editor: Fahrija Romadhoni</em></span></p>
<pre><span style="font-weight: 400"> </span></pre><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/dari-santriwati-untuk-umat-menebar-ilmu-lewat-ngaji/">Dari Santriwati untuk Umat: Menebar Ilmu Lewat Ngaji</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/dari-santriwati-untuk-umat-menebar-ilmu-lewat-ngaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Hari Yang Sering Terlupakan Setelah Kurban</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/tiga-hari-yang-sering-terlupakan-setelah-kurban/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-hari-yang-sering-terlupakan-setelah-kurban</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/tiga-hari-yang-sering-terlupakan-setelah-kurban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 14:52:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Tasyriq]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan darul arkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1797</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tiga hari setelah Idul Adha, yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, sering kali luput dari perhatian umat Islam. Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha (10 Dzulhijjah), yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Hari ketiga ini menjadi istimewa dalam Islam, sebab pada saat tersebut umat Islam diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurbannya. Banyak orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/tiga-hari-yang-sering-terlupakan-setelah-kurban/">Tiga Hari Yang Sering Terlupakan Setelah Kurban</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Tiga hari setelah Idul Adha, yang dikenal sebagai Hari Tasyrik, sering kali luput dari perhatian umat Islam. </span></span><a href="https://www.mui.or.id/baca/mui/asal-usul-hari-tasyrik-dan-mengapa-kita-diharamkan-berpuasa"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah Idul Adha (10 Dzulhijjah), yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Hari ketiga ini menjadi istimewa dalam Islam, sebab pada saat tersebut umat Islam diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurbannya.</span></span></a></p>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Banyak orang yang menganggap ibadah utama telah selesai setelah penyembelihan hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, lalu kembali pada rutinitas duniawi tanpa menyadari bahwa pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah menyimpan keutamaan yang luar biasa.</span></span></p>
<figure id="attachment_1799" aria-describedby="caption-attachment-1799" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-1799 size-large" src="http://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/eid-al-fitr-concept-with-top-view-tea-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/eid-al-fitr-concept-with-top-view-tea-1024x683.jpg 1024w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/eid-al-fitr-concept-with-top-view-tea-300x200.jpg 300w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/eid-al-fitr-concept-with-top-view-tea-768x512.jpg 768w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/eid-al-fitr-concept-with-top-view-tea-1536x1024.jpg 1536w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/eid-al-fitr-concept-with-top-view-tea-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1799" class="wp-caption-text"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Ilustrasi oleh Freepik.</span></span></figcaption></figure>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Dalam hadits, Rasulullah صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah” (HR. Muslim). Yang mana, ini adalah hari-hari penuh dengan rahmat bagi umat Islam untuk memperbanyak takbir, menikmati lezatnya makanan (terutama daging kurban), serta memperkuat hubungan dengan Allah melalui dzikir.</span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Hari Tasyrik bukan sekedar sisa dari Idul Adha, melainkan kelanjutan dari semangat kurban dalam penghambaan diri kepada Allah SWT. Hari Tasyrik adalah saat dimana umat Islam diingatkan untuk bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Jadi, saat daging kurban sudah diolah dan dihidangkan, jangan lupa bahwa tiga hari setelah Idul Adha/Kurban bukan hanya tentang makan. Tetapi juga tentang syukur dan syiar keimanan yang tak boleh padam.</span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Sebagian besar bahkan mengira sebagai hari-hari biasa, padahal menurut para ulama, hari Tasyrik termasuk dalam hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa karena merupakan hari makan dan syukur. Tiga hari ini adalah momen yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, karena mereka menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak berhenti pada satu momentum, melainkan terus mengalir dalam setiap harinya.</span></span></p>
<p><em><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Penulis : Viky Anjarwati | Editor: Fahrija Romadhoni</span></span></em></p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/tiga-hari-yang-sering-terlupakan-setelah-kurban/">Tiga Hari Yang Sering Terlupakan Setelah Kurban</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/tiga-hari-yang-sering-terlupakan-setelah-kurban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Santri Darul Arkan Tebar Kebaikan dan Ukhuwah</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/santri-darul-arkan-tebar-kebaikan-dan-ukhuwah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=santri-darul-arkan-tebar-kebaikan-dan-ukhuwah</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/santri-darul-arkan-tebar-kebaikan-dan-ukhuwah/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 14:31:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Ukhuwah Islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan darul arkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1791</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada hari Ahad, 08 Juni 2025, para santri Darul Arkan kembali menunjukkan semangatnya dalam merajut ukhuwah dan menebar kebaikan di tengah masyarakat. Melalui berbagai kegiatan Islami mereka tidak hanya mempererat tali persaudaraan antar sesama santri, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai Islam dapat diaplikasikan dalam kehidupan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/santri-darul-arkan-tebar-kebaikan-dan-ukhuwah/">Santri Darul Arkan Tebar Kebaikan dan Ukhuwah</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Pada hari Ahad, 08 Juni 2025, para santri Darul Arkan kembali menunjukkan semangatnya dalam merajut ukhuwah dan menebar kebaikan di tengah masyarakat. Melalui berbagai kegiatan Islami mereka tidak hanya mempererat tali persaudaraan antar sesama santri, tetapi juga membangun hubungan harmonis dengan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai Islam dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang penuh kedamaian.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan sosial dan spiritual antara santri dan masyarakat. Dengan silaturahmi, para santri dapat saling bertukar cerita, memberikan dukungan moral, serta mempererat rasa kebersamaan yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dalam beragama.</span></p>
<figure id="attachment_1793" aria-describedby="caption-attachment-1793" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-1793 size-large" src="http://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-21.04.44-1024x683.jpeg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-21.04.44-1024x683.jpeg 1024w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-21.04.44-300x200.jpeg 300w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-21.04.44-768x512.jpeg 768w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-21.04.44-1536x1024.jpeg 1536w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-08-at-21.04.44-2048x1365.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1793" class="wp-caption-text">Santri Darul Arkan membaca Al-Qur’an bersama di ruang tamu sebagai bagian dari kegiatan harian mereka. Sumber: Dokumentasi Editor.</figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Selain silaturahmi, para santri juga mengadakan kegiatan membaca Al-Qur’an bersama. Aktivitas ini memperkuat ikatan ukhuwah antar sesama muslim. Membaca Al-Qur’an secara berjamaah menjadi momen spiritual yang menenangkan sekaligus memotivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak mulia. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Momentum Idul Adha juga dimanfaatkan oleh santri Darul Arkan untuk berbagi melalui kegiatan kurban. Dengan menyembelih hewan kurban, Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial, tetapi juga mempererat ukhuwah antara santri dan masyarakat yang menerima manfaat langsung dari kebaikan tersebut. Kurban menjadi simbol nyata dari semangat berbagi dan solidaritas dalam Islam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pada kegiatan di hari ini, santri dan masyarakat berkumpul untuk makan bersama. Momen kebersamaan ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, mempererat hubungan antar individu dalam suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur. Kegiatan makan bersama tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan yang menjadi modal utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya.</span></p>
<p><em>Penulis: Dewi Puspitasari | Editor: Fahrija Romadhoni</em></p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/santri-darul-arkan-tebar-kebaikan-dan-ukhuwah/">Santri Darul Arkan Tebar Kebaikan dan Ukhuwah</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/santri-darul-arkan-tebar-kebaikan-dan-ukhuwah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keterlibatan Santri dalam Penyembelihan Kurban</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/keterlibatan-santri-dalam-penyembelihan-kurban/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keterlibatan-santri-dalam-penyembelihan-kurban</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/keterlibatan-santri-dalam-penyembelihan-kurban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 12:44:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan darul arkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suasana Idul Adha 1446 H di yayasan Darul Arkan terasa khidmat dan penuh kebersamaan. Hari ini, Sabtu, 7 Juni 2025, diselenggarakan penyembelihan hewan kurban berjalan dengan ramah lingkungan dan tertib. Para santri ikut berkontribusi secara aktif dalam penyembelihan hewan kurban sampai pendistribusian kepada masyarakat sekitar. Pelaksanaan kurban ini bisa menjadi momen yang berharga bagi para [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/keterlibatan-santri-dalam-penyembelihan-kurban/">Keterlibatan Santri dalam Penyembelihan Kurban</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Suasana Idul Adha 1446 H di yayasan Darul Arkan terasa khidmat dan penuh kebersamaan. Hari ini, Sabtu, 7 Juni 2025, diselenggarakan penyembelihan hewan kurban berjalan dengan ramah lingkungan dan tertib. Para santri ikut berkontribusi secara aktif dalam penyembelihan hewan kurban sampai pendistribusian kepada masyarakat sekitar. Pelaksanaan kurban ini bisa menjadi momen yang berharga bagi para santri untuk mempererat ukhuwah dan pengamalan nilai-nilai keikhlasan dan pengorbanan.</span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://www.darularkan.or.id/momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha/"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah Idul Adha yang telah berlangsung sehari sebelumnya, Tepatnya pada tanggal 6 Juni 2025.</span></span></span></span></span></span></a><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"> Setelah melaksanakan salat Idul Adha, para santri dan panitia kurban melakukan persiapan teknis penyembelihan kurban hari ini. Hewan kurban yang dieksekusi terdiri dari 14 kambing dan 6 sapi. Hewan kurban ini telah disiapkan berdasarkan syariat Islam, yaitu dengan memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan. Proses penyembelihan dilakukan sesuai jadwal, dimulai jam 08.00 WIB di lapangan depan Masjid Jami&#8217; Al-Azhar, Pasar Minggu.</span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Keterlibatan santri dalam pelaksanaan kurban sangat aktif dan terlihat antusias. Ini bisa menjadi pengalaman positif, tidak hanya sebagai pengamalan ajaran agama, melainkan pembelajaran nyata tentang ikhlas, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam gotong royong.</span></span></span></span></span></span></span></p>
<figure id="attachment_1783" aria-describedby="caption-attachment-1783" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-1783 size-large" src="http://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-1-1024x683.jpeg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-1-1024x683.jpeg 1024w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-1-300x200.jpeg 300w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-1-768x512.jpeg 768w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-1-1536x1024.jpeg 1536w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-1-2048x1365.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1783" class="wp-caption-text"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Proses penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Jami&#8217; Al-Azhar, Pasar Minggu. Sumber: Dokumentasi Editor.</span></span></span></span></span></span></figcaption></figure>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">&#8220;Awalnya saya ragu, karena ini pengalaman pertama saya membantu proses kurban. Tapi setelah itu, bahkan sempat mencoba menyembelih kambing dengan bimbingan Ustadz dan panitia kurban, saya merasa sangat senang dan paham tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.&#8221; ucap salah satu santri Darul Arkan.</span></span></span></span></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_1782" aria-describedby="caption-attachment-1782" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1782 size-large" src="http://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-2-1024x683.jpeg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-2-1024x683.jpeg 1024w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-2-300x200.jpeg 300w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-2-768x512.jpeg 768w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-2-1536x1024.jpeg 1536w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-07-at-19.18.14-2-2048x1365.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1782" class="wp-caption-text"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Warga dan Santri Darul Arkan sedang mencacah dan membungkus daging kurban untuk dibagikan. Sumber: Dokumentasi Editor.</span></span></span></span></span></span></figcaption></figure>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan secara terorganisir dan merata kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Tercatat lebih dari 600 penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat sekitar yayasan, pekerja harian, dan keluarga yang membutuhkan.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Dengan kepedulian yang tinggi, para santri menunjukkan bahwa meskipun berada di perantauan, semangat untuk berbagi dan empati harus tetap menjadi bagian yang sangat penting dari kehidupan sehari-hari.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Dengan dilaksanakannya penyembelihan kurban ini, nilai-nilai kurban tidak hanya dianggap sebagai tradisi semata, namun juga mengingatkan akan pentingnya keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><em><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Penulis: Yogi Arman | Editor: Fahrija Romadhoni</span></span></span></span></em></p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/keterlibatan-santri-dalam-penyembelihan-kurban/">Keterlibatan Santri dalam Penyembelihan Kurban</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/keterlibatan-santri-dalam-penyembelihan-kurban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1780</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Momen Santri Darul Arkan Merayakan Idul Adha</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[fahrija romadhoni]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 09:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagi Kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Besar Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan darul arkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1763</guid>

					<description><![CDATA[<p>Idul Adha adalah hari raya atau hari besar kedua bagi umat Islam setelah hari raya Idul Fitri. Hari raya Idul Adha diperingati sebagai pengingat kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan anak lelakinya yaitu Nabi Ismail AS. Pada tahun ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 6 Juni 2025 (1446 H). Pada hari tersebut juga dikenal sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha/">Momen Santri Darul Arkan Merayakan Idul Adha</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400"><a href="https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/perencanaan/memahami-makna-dan-sejarah-idul-adha-lebih-dalam"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Idul Adha adalah hari raya atau hari besar kedua bagi umat Islam setelah hari raya Idul Fitri.</span></span></span></span></span></span></span></span></a><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"> Hari raya Idul Adha diperingati sebagai pengingat </span></span></span></span></span></span></span></span></span><span style="font-weight: 400"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan anak lelakinya yaitu Nabi Ismail AS. Pada tahun ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 6 Juni 2025 (1446 H). Pada hari tersebut juga dikenal sebagai hari kurban, umat muslim akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini merupakan bentuk ketaatan dan pengorbanan kepada Allah SWT. Selain itu, Idul Adha juga mengajarkan kita tentang nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial melalui pembagian daging hewan kurban kepada yang membutuhkan.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Bagi santri Darul Arkan yang sedang menempuh pendidikan di perantauan, perayaan Idul Adha memiliki makna lebih. Bukan sekedar sekedar mengikuti anjuran umat Islam, tapi juga tentang menjaga semangat dan nilai kebersamaan meskipun jauh dari keluarga. Momen ini bisa menjadi waktu yang tepat dan kesempatan untuk saling mempererat tali persaudaraan antar sesama santri dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, kebersamaan akan tetap terjaga meski mereka berada jauh dari keluarga.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<figure id="attachment_1766" aria-describedby="caption-attachment-1766" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1766 size-large" src="http://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-06-at-15.42.01-1024x768.jpeg" alt="" width="800" height="600" srcset="https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-06-at-15.42.01-1024x768.jpeg 1024w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-06-at-15.42.01-300x225.jpeg 300w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-06-at-15.42.01-768x576.jpeg 768w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-06-at-15.42.01-1536x1152.jpeg 1536w, https://www.darularkan.or.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-06-at-15.42.01-2048x1536.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-1766" class="wp-caption-text"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Hewan Kurban untuk pelaksanaan Idul Adha. Sumber: Dokumentasi Editor.</span></span></figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Sementara itu, pada tanggal 7 Juni 2025, para santri Darul Arkan akan ikut aktif dalam pelaksanaan penyembelihan kurban di Masjid Jami&#8217; Al-Azhar, Pasar Minggu. Mereka juga akan ikut dalam kegiatan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat sekitar. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para santri. Melalui pelaksanaan penyembelihan ini, mereka akan belajar arti keikhlasan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam menjalankan ibadah bersama.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Dengan demikian, pengalaman merayakan Idul Adha di perantauan, meski tanpa kehadiran orang tua, para santri akan semakin memahami makna kurban yang sesungguhnya. Bukan sekedar tradisi anjuran dalam Islam, melainkan pengorbanan dalam menjalani hidup. Mereka memahami bahwa ikhlas adalah salah satu kunci utama dalam setiap tindakan. Selain itu, empati dan kepedulian sosial yang tinggi juga menjadi nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><em><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit"><span style="vertical-align: inherit">Penulis: Yogi Arman | Editor: Fahrija Romadhoni</span></span></span></span></span></span></span></span></em></p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha/">Momen Santri Darul Arkan Merayakan Idul Adha</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/momen-santri-darul-arkan-merayakan-idul-adha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Santri: Cahaya Ilmu dan Ketaatan yang Menyinari Masyarakat</title>
		<link>https://www.darularkan.or.id/santri-cahaya-ilmu-dan-ketaatan-yang-menyinari-masyarakat/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=santri-cahaya-ilmu-dan-ketaatan-yang-menyinari-masyarakat</link>
					<comments>https://www.darularkan.or.id/santri-cahaya-ilmu-dan-ketaatan-yang-menyinari-masyarakat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar A. Nugroho]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2024 00:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Santri bermasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Santri dan Bangsa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.darularkan.or.id/?p=1657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah hiruk pikuk modernisasi dan gempuran budaya asing, santri hadir sebagai oase pencerahan dan keteladanan. Layaknya lentera di malam kelam, mereka memancarkan cahaya ilmu dan ketaatan yang menuntun masyarakat menuju jalan kebaikan. Pesantren, sebagai kawah candradimuka bagi para santri, menjadi pelita yang menerangi kehidupan bangsa. Di sana, para santri digembleng dengan ilmu pengetahuan agama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/santri-cahaya-ilmu-dan-ketaatan-yang-menyinari-masyarakat/">Santri: Cahaya Ilmu dan Ketaatan yang Menyinari Masyarakat</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-sourcepos="3:1-3:239">Di tengah hiruk pikuk modernisasi dan gempuran budaya asing, santri hadir sebagai oase pencerahan dan keteladanan. Layaknya lentera di malam kelam, mereka memancarkan cahaya ilmu dan ketaatan yang menuntun masyarakat menuju jalan kebaikan.</p>
<p data-sourcepos="5:1-5:279">Pesantren, sebagai kawah candradimuka bagi para santri, menjadi pelita yang menerangi kehidupan bangsa. Di sana, para santri digembleng dengan ilmu pengetahuan agama dan akhlak mulia, membekali mereka dengan kekuatan spiritual dan moral untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.</p>
<p data-sourcepos="7:1-7:224">Keberadaan santri tidak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Mereka menjadi teladan dalam perilaku dan gaya hidup, menyebarkan nilai-nilai positif Islam dan menjaga keharmonisan sosial.</p>
<p data-sourcepos="9:1-9:248">Di tengah maraknya fenomena dekadensi moral dan krisis identitas, santri tampil sebagai pembawa angin segar. Mereka menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai luhur Islam ke tengah masyarakat, membendung arus negatif sekularisme dan hedonisme.</p>
<p data-sourcepos="11:1-11:304">Semangat pengabdian santri tidak hanya terbatas pada tembok pesantren. Mereka terjun langsung ke masyarakat, mengabdikan ilmu dan keahlian mereka untuk membantu dan mencerdaskan bangsa. Di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial, santri memberikan kontribusi yang nyata dan signifikan.</p>
<p data-sourcepos="13:1-13:248">Santri adalah aset berharga bangsa, penerus estafet kejayaan Islam dan pembawa obor peradaban. Mari kita jaga dan dukung mereka, agar cahaya ilmu dan ketaatan mereka terus menerangi masyarakat dan membawa bangsa ini menuju masa depan yang gemilang.</p><p>The post <a href="https://www.darularkan.or.id/santri-cahaya-ilmu-dan-ketaatan-yang-menyinari-masyarakat/">Santri: Cahaya Ilmu dan Ketaatan yang Menyinari Masyarakat</a> first appeared on <a href="https://www.darularkan.or.id">darularkan</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.darularkan.or.id/santri-cahaya-ilmu-dan-ketaatan-yang-menyinari-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1657</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/


Served from: www.darularkan.or.id @ 2026-04-30 12:34:40 by W3 Total Cache
-->